Feeds:
Pos
Komentar

guru profesional

Guru professional

(Pahlawan Tanpa Tanda Jasa)

Beragam julukan yang diberikan kepada sosok guru, salah satu yang paling terkenal adalah “ pahlawan tanpa tanda jasa “ julukan ini mengindikasikan betapa besarnya peran  dan jasa yang di lakukan guru sehingga guru di sebut sebagai pahlawan.

Disisi yang lain profesi guru hingga saat ini masih terus dibicarakan orang, atau masih saja di pertanyakan orang , baik di kalangan para pakar pendidikan maupun diluar pakar pendidikan . bahkan selama dasawarsa terakhir ini hampir setiap hari, media massa khususnya media massa cetak baik harian maupun mingguan memuat berita tentang guru . ironisnya berita berita tersebut banyak yang cenderung melecehkan posisi guru, baik yang sifatnya menyangkut kepentingan umum sampai pada hal-hal yang bersifat pribadi, sedangkan dari pihak guru sendiri nyaris tak mampu membela diri.

Masyarakat orang tua murid pun kadang-kadang mencemooh dan menuding guru tidak kompeten, tidak berkualitas dan sebagainya, manakala putra putrinya  tidak menyelesaikan persoalan yang ia hadapi sendiri atau memiliki kemampuan tidak sesuai dengan keinginannya

Dari kalangan bisnis / industrialis pun memprotes para guru karena kualitas para lulusan dianggapnya kurang memuaskan bagi kepentingan perusahaannya . dimata murid- murid pun khususnya di sekolah – sekolah menengah di kota-kota pada umumnya cenderung menghormati gurunya hanya karena ingin memperoleh nilai yang baik atau naik kelas / lulus EBTA dengan peringkat tinggi tanpa kerja keras. Tentu saja tuduhan dan protes dari berbagai kalangan tersebut akan merongrong wibawa guru, bahkan cepat atau lambat , pelan tapi pasti akan menurunkan martabat guru.

Rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru antara lain di sebabkan masih adanya pandangan sebagian masyarakat bahwa siapa pun bisa menjadi guru asal berpengetahuan, kurangnya guru di daerah terpencil , memberi peluang untuk mengangkat seseorang yang tidak mempunyai keahlian untuk menjadi guru, dan masih banyak guru yang belum menghargai profesinya, apalagi berusaha mengembangkan profesinya itu. Perasaan rendah diri karena menjadi guru, penyalah gunaan profesi untuk kepuasan dan  kepentingan pribadinya, sehingga wibawa guru semakin merosot , Dr. Nana Sujana 1988 ( Usman User Moh. 2009 ; 2)

Factor lain yang mengakibatkan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap profesi guru yakni kelemahan yang terdapat pada diri guru itu sendiri, di antaranya rendahnya tingkat kompetensi profesionalisme mereka .( Usman User Moh.2009;2)  oleh sebab itulah pemerintah saat ini mensyaratkan guru berdasarkan peraturan pemerintah RI No 74 tahun 2008 Bab II Pasal 2. Bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik , kompetensi , sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional.

Namun menurut hemat penulis semua persayaratan dan standar yang diberlakukan oleh pemerintah dalam memperbaiki kondisi guru sekarang misalnya melalui sertifikasi guru tidak memberi dampak yang signifikan dalam meningkatkan  mutu guru atau merubah citra profesi guru. Sebaik apapun system   , mekanisme kepemimpinan, sarana dan prasarana, dan fasilitas kalau spirit keilmuan dan kompetensi guru lemah maka tidak akan banyak bermanfaat sebab tanggung jawab dalam mengembangkan profesi dan pencitraan  diri guru menurut Bapak Prof. Dr. H.Nanang Fattah ,Mpd., Prof. Dr. H.Djam’an Satori, MA . dan  Prof Dr.H.Abdul Azis Wahab, MA. dalam penyajian materi kuliah di kelas Pengawas Dep-Ag semester 3 (tiga ) Prodi Ad-Pen UPI 2009  bahwa pengembangan profesi guru dalam peningkatan kualitas ( mutu ) serta perbaikan citra profesi guru tak dapat dilakukan oleh orang lain kecuali oleh dirinya sendiri.

Guru harus peka dan tanggap terhadap perubahan-perubahan , pembaharuan serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang sejalan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman . disinilah tugas guru untuk senang tiasa meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikannya sehingga apa yang diberikan kepada siswanya sesuai dengan perkembangan zaman .

Untuk membangun kembali puing-puing kepercayaan masyarakat terhadap profesi guru yang hampir tumbang diterjang kemajuan zaman, maka guru perlu tampil disetiap kesempatan baik sebagai pendidik, pengajar , pelatih, innovator, maupun dinamisator pembangunan masyarakat yang bermoral pancasila sekaligus mencerdaskan bangsa Indonesia.

“ Oke… selamat berjuang untuk mengembalikan citramu wahai pahlawan tanpa tanda jasa “

silatrrahmi

MODEL PERENCANAAN STRATEGIK

  1. A. Pengertian Perencanaan Strategik

Perkembangan yang terjadi di segala aspek kehidupan cenderung menimbulkan permasalahan-permasalahan dan tantangan baru, lebih-lebih dalam dunia pendidikan yang mempunyai masalah cukup kompleks, bervariasi dan intensitasnya meningkat, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang dengan pesatnya. Keadaan ini akan membawa dampak yang cukup luas dan bervariasi dalam pengelolaan pendidikan. Pengelolaan pendidikan ini sudah tidak memadai lagi untuk ditangani secara parsial bagian perbagian, apalagi untuk menjangkau jauh kedepan, sesuai dengan tuntutan terhadap peranan pendidikan yang sesungguhnya, maka kebutuhan aplikasi manajemen strategic dan perencanaan strategic dalam pengelolaan pendidikan amat diperlukan , guna mengatasi problema pendidikan yang cukup kompleks yang diharapkan dapat membantu mengatasi masalah-masalah dalam pembangunan pendidikan.

Perencanaan strategic menurut Udin Syaefudin Sau’ud dan Abin Syamsudin (2007:19) adalah  perencanaan yang mengandung pendekatan strategic issues yang dihadapi dalam upaya membangun pendidikan. Manajemen strategic merupakan rangkaian dua perkataan yang terdiri dari kata “ manajemen”  dan  “ strategic “  yang masing –masing memiliki perkataan tersendiri , yang kemudian setelah yang rangkaiakan menjadi pengertian sendiri pula. Sebagaimana dikemukakan Hlt, winardi (2000) dalam (Akdon 2006 :30 “ managemen is the proses of planning, organizing, leading,and controlling that encompasses human, material,financial and information resources in an organizational environment”.

Pendekatan strategic dalam konteks manajemen meliputi Tiga langkah utama: strategic Planing, sebagai dokumen formal : strategic manajeman , sebagai upaya untuk mengelola proses perubahan; dan strategic thingkhing, sebagai kerangka dasar untuk menilai kebutuhan , merumuskan tujuan dan hasil yang ingin dicapai serta berkesinambungan ( Rowe, dkk, 1990;7)

kegiatan praktek manasik haji 1

Foto029

kegiatan praktek manasik haji 2

Foto026

Manajemen Sekolah di Masa Kini

boy_school_swedenDalam era kemandirian sekolah dan era Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), tugas dan tanggung jawab yang pertama dan yang utama dari para pimpinan sekolah adalah menciptakan sekolah yang mereka pimpin menjadi semakin efektif, dalam arti menjadi semakin bermanfaat bagi sekolah itu sendiri dan bagi masyarakatluas penggunanya. Agar tugas dan tanggung jawab para pimpinan sekolah tersebut menjadi nyata, kiranya mereka perlu memahami, mendalami, dan menerapkan beberapa konsep ilmu manajemen yang dewasa ini telah dikembang-mekarkan oleh pemikir-pemikir dalam dunia bisnis. Manakala diperdalam secara sungguh-sungguh, kiranya konsep-konsep ilmu manajemen tersebut memiliki nilai (dalam arti values) yang tidak akan menjerumuskan dunia pendidikan kita ke arah bisnis yang dapat merugikan atau mengecewakan masyarakat luas penggunanya. Lanjut Baca »

Kota Sorong

Kota Sorong merupakan salah satu Kota di Provinsi Papua Barat ini secara geografis terletak di 131o15 BT dan 0o54 LS. Daerah ini secara tidaka langsung berbatasan dengan Kecamatan Makbon, Kabupaten Sorong, dan Selat Dampar di sebelah utara, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Distrik Salawati Kabupaten Raja Ampat di sebelah selatan, Distrik Makbon Kabupaten di sebelah timur, Selat Dampir di sebelah barat. Luas wilayah daerah ini adalah 805 Km2. Secara administratif, daerah ini terbagi menjadi 4 Kecamatan dan 24 Kecamatan. Kota Soronng dikenal dengan kota minyak sejak masuknya para surveyor minyak bumi dari Belanda, Kota Sorong dikenal dengan atribut peninggalan sejarah Herritage Nederland Neuw Guinea Maschcapeij (HNNGM). Lanjut Baca »

Irian Jaya Barat

Provinsi Irian Jaya Barat merupakan provinsi baru hasil pemekaran Provinsi Papua. Ibukota provinsi Irian Jaya Barat terletak di Manokwari, merupakan tempat pusat sejarah di Papua. Wilayah provinsi ini mencakup kawasan kepala burung pulau Papua dan kepulauan-kepulauan di sekelilingnya.Secara administratif, Provinsi Irian Jaya Barat terbagi menjadi 8 kabupaten, 1 kota, 104 kecamatan, 1.153 desa, dan 47 kelurahan.

Provinsi ini mempunyai potensi yang sangat luar biasa, baik itu pertanian, pertambangan, hasil hutan maupun pariwisata. Mutiara dan rumput laut dihasilkan di kabupaten Raja Ampat sedangkan satu-satunya industri tradisional tenun ikat yang disebut kain Timor dihasilkan di kabupaten Sorong Selatan. Sirup pala harum dapat diperoleh di kabupaten Fak-Fak serta beragam potensi lainnya. Selain itu, wisata alam juga menjadi salah satu andalan Irian Jaya Barat, seperti Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang berlokasi di kabupaten Teluk Wondama. Taman Nasional ini membentang dari timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.

Lanjut Baca »